Allah Ta'ala menobatkan manusia sebagai Khalifah fi al-Ardi yang berkewajiban mengelola, memelihara bumi beserta isinya, dan menegakkan 'Amar Makruf wa Nahyu 'Anil Munkar di tengah-tengahnya.
Muballigh sebagai salah satu komponen masyarakat serta pilar agama, sadar akan hak, kewajiban serta peran dan tanggung jawabnya kepada umat yaitu mewujudkan nilai-nilai islam dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdasarkan al-Qur'an dan Sunnah.
Meyakini bahwa semua cita-cita diatas tidak dapat terwujud kecuali dengan taufiq dan hidayah Allah serta usaha-usaha yang teratur, terencana dan penuh kebijaksanaan maka para Alumni PKM KODI menghimpun diri dalam Forum Komunikasi Alumni yang selanjutnya disingkat FORKA PKM KODI.
FORKA PKM KODI adalah forum yang berfungsi sebagai wadah komunikasi antar sesama alumnus PKM KODI dalam menjalin ukhuwah serta mensinergikan potensi-potensi mereka guna tercapainya cita-cita dakwah.
Semoga Allah ridho dan membalas niat baik kami.
Minggu, 30 Desember 2007
Jumat, 28 Desember 2007
Orangtua dan pendidikan anak
Bismillah.
Hampir tidak bisa diterima akal yang sehat ketika kita mendengar bahwa ada seorang anak membunuh orang tuanya atau sebaliknya, seorang anak dianiaya oleh orang tuanya. Akal dan fitroh yang sehat akan segera men-ingkari perbuatan keji tersebut, karena akal dan fitroh yang sehat memahami bahwa hubungan anak dengan orang tuanya adalah hubungan cinta dan kasih sayang, bahkan hal ini berlaku pada binatang sekalipun.
Namun kasus-kasus diatas pada kenyataannya memang terjadi bahkan kita saksikan tiap hari. Dan diantara faktor-faktor yang memicunya adalah hilangnya moral dan budi pekerti dari jiwa pelakunya.
Adalah "keluarga" sebagai madrasah pertama yang akan dipijaki setiap insan guna menimba ilmu-ilmu yang mendasar dalam kehidupan ini. Orang tua sebagai garda utama madrasah tersebut ditangan merekalah masa depan anak-anak mereka, jika baik dalam memegang dan membawanya maka baik pula masa depan anak-anak mereka. Jika tidak maka sebaliknya.
Al-Qur'an -sebagai petunjuk hidup manusia- tidaklah mungkin meninggalkan tema keluarga untuk dibicarakan. Ada banyak ayat-ayat al-Qur'an yang membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan keluarga yang biasa disebut "ahkamul usroh". Mulai dari memilih jodoh sampai pembagian harta warisan, tidak ada satupun yang dilewatkan oleh al-Qur'an. Khusus mengenai pendidikan keluarga, surah Luqman-lah yang menjadi rujukan utama orang tua dalam mencari petunjuk guna membangun pilar-pilar pendidikan keluarga mereka.
Dikisahkan bahwa Luqman memberikan pelajaran-pelajaran penting untuk anaknya agar ia meraih kehidupan yang baik di dunia maupun di akhirat. Setidaknya ada 7 pelajaran yang diajarkan kepada anaknya, 7 pelajaran tesebut adalah:
1. Meninggalkan perbuatan syirik kepada Allah.
Syirik adalah kejahatan yang terbesar yang dilakukan oleh seorang manusia, bagaimana ia bukan sebuah kejahatan yang besar? Karena objek kejahatannya adalah Allah, yaitu dengan mempersekutukan-Nya dalam ibadah.
Tidaklah mungkin bagi orang tua yang menginginkan masa depan yang cerah bagi anaknya baik di dunia maupun diakhirat, namun ia tidak mengajarkan kepada anaknya tentang bahaya kesyirikan, bahkan bab ini adalah wasiat para Nabi kepada anak-anak mereka.
2. Berbakti kepada Orang Tua.
Karena sebab Luqman menasehati anaknya tentang bahaya kemusyrikan, Allah segera membalas sikapnya tersebut dengan turut serta memberikan nasehat kepada anak Luqman dan kepada anak-anak yg lain untuk berbakti kepada orang tua mereka. Oleh karena itu penting bagi para orang tua untuk mengajari anak-anaknya ke-tauhidan, agar dengan wasilah usaha tersebut Allah berkenan memberikan hidayah kepada anak-anak mereka supaya ta'at dan berbakti. Keta'atan dan pembaktian diri kepada orang tua adalah kunci kebahagiaan hidup. Ridho mereka adalah keridhoan Allah, marah mereka adalah kemurkaan Allah. Dibawah kaki merekalah terletak surga-Nya, bahkan seorang Ulama Fiqih mengatakan, barang siapa yang bersumpah atas nama Allah untuk tidur semalam di syurga, maka jika ia tidur semalam di bawah kaki ibunya sungguh ia telah melaksanakan sumpahnya dan gugur semua kafarat (denda) sumpahnya! Subhanallah....
3. Muroqobah (mawas diri).
Penting sekali bagi orang tua untuk mengajarkan anak-anak mereka tentang muroqobah/mawas diri. Hal ini bertujuan agar mereka menjadi orang-orang yang selalu berhati-hati dalam berbuat, memilah-milah mana yang baik dan mana yang tidak, serta agar mereka bertanggung jawab atas segala perbuatan yang mereka lakukan.
4. Mendirikan Sholat.
Sholat adalah tiang agama bagi seorang muslim, barang siapa yang menghancurkannya maka sama saja menghancurkan agamanya. Sudah sepatutnya bagi orang tua untuk sejak dini mengajarkan sholat kepada anak-anak mereka, mengingat faidah sholat yang begitu banyak, baik yang berorientasi ukhrowi maupun duniawi, diantaranya adalah, melatih kedisiplinan, melatih kebersihan, menumbuhkan sisi sosial dan banyak lagi.
5. Amar makruf dan nahi mungkar.
Mengajarkan anak untuk berpagi-pagi menegakkan amar makruf dan nahi mungkar adalah prioritas yang mesti dilakukan orang tua. Kenapa? Jangan berfikir jikalau kita mengajarkan hal tersebut itu akan menanamkan radikalisme didalam jiwa anak-anak kita!tidak...sama sekali itu tidak akan terjadi! Yang terjadi adalah sebaliknya, dengan mengajarkan penegakan amar makruf dan nahi mungkar kepada anak-anak kita, itu akan melatih mereka belajar peduli terhadap dirinya serta lingkungannya. Kita semua tahu bahwa kebobrokan yang mengguritai bangsa kita selama ini, seperti korupsi, narkoba, sex bebas dan yang lainnya, semata-mata muncul karena tiap individu bangsa ini sudah tidak punya lagi kepedulian terhadap dirinya sendiri apalagi terhadap bangsa dan negaranya.
6. Sabar.
Hidup diakhir zaman yang dipenuhi dengan segudang fitnah dan berbagai macam ujian, menuntut tiap orang mempunyai segudang pula kesabaran guna menghadapi problematika tersebut. Anak-anak kita adalah orang-orang yang akan mengarungi kehidupan setelah kita, tentu saja problematika dan masalah hidup yang akan mereka hadapi lebih beragam dari apa yang telah kita hadapi. Maka pentinglah mengajari mereka nilai-nilai kesabaran agar mereka senantiasa teguh didalam mengarungi kehidupan ini.
7. Rendah hati.
Pelajaran yang tidak dilupakan Luqman untuk disampaikan kepada anaknya adalah sifat rendah hati dan tidak sombong, karena pangkal kebinasaan adalah kesombongan. Adalah iblis mahasiswa universitas syurga yang harus droop out dan mendapatkan gelar laknat karena kesombongannya dan yang serupa dengannya adalah fir'aun, haman, qorun dan yang lainnya. Menanamkan nilai rendah hati didalam jiwa anak-anak kita membuat mereka menjadi orang yang tidak sombong serta menghormati orang lain, hal tersebut amatlah penting guna meraih simpati dan cinta dari orang lain, karena anak-anak kita tidak akan hidup sendiri, mereka akan hidup bermasyarakat bersama yang lainnya.
Hampir tidak bisa diterima akal yang sehat ketika kita mendengar bahwa ada seorang anak membunuh orang tuanya atau sebaliknya, seorang anak dianiaya oleh orang tuanya. Akal dan fitroh yang sehat akan segera men-ingkari perbuatan keji tersebut, karena akal dan fitroh yang sehat memahami bahwa hubungan anak dengan orang tuanya adalah hubungan cinta dan kasih sayang, bahkan hal ini berlaku pada binatang sekalipun.
Namun kasus-kasus diatas pada kenyataannya memang terjadi bahkan kita saksikan tiap hari. Dan diantara faktor-faktor yang memicunya adalah hilangnya moral dan budi pekerti dari jiwa pelakunya.
Adalah "keluarga" sebagai madrasah pertama yang akan dipijaki setiap insan guna menimba ilmu-ilmu yang mendasar dalam kehidupan ini. Orang tua sebagai garda utama madrasah tersebut ditangan merekalah masa depan anak-anak mereka, jika baik dalam memegang dan membawanya maka baik pula masa depan anak-anak mereka. Jika tidak maka sebaliknya.
Al-Qur'an -sebagai petunjuk hidup manusia- tidaklah mungkin meninggalkan tema keluarga untuk dibicarakan. Ada banyak ayat-ayat al-Qur'an yang membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan keluarga yang biasa disebut "ahkamul usroh". Mulai dari memilih jodoh sampai pembagian harta warisan, tidak ada satupun yang dilewatkan oleh al-Qur'an. Khusus mengenai pendidikan keluarga, surah Luqman-lah yang menjadi rujukan utama orang tua dalam mencari petunjuk guna membangun pilar-pilar pendidikan keluarga mereka.
Dikisahkan bahwa Luqman memberikan pelajaran-pelajaran penting untuk anaknya agar ia meraih kehidupan yang baik di dunia maupun di akhirat. Setidaknya ada 7 pelajaran yang diajarkan kepada anaknya, 7 pelajaran tesebut adalah:
1. Meninggalkan perbuatan syirik kepada Allah.
Syirik adalah kejahatan yang terbesar yang dilakukan oleh seorang manusia, bagaimana ia bukan sebuah kejahatan yang besar? Karena objek kejahatannya adalah Allah, yaitu dengan mempersekutukan-Nya dalam ibadah.
Tidaklah mungkin bagi orang tua yang menginginkan masa depan yang cerah bagi anaknya baik di dunia maupun diakhirat, namun ia tidak mengajarkan kepada anaknya tentang bahaya kesyirikan, bahkan bab ini adalah wasiat para Nabi kepada anak-anak mereka.
2. Berbakti kepada Orang Tua.
Karena sebab Luqman menasehati anaknya tentang bahaya kemusyrikan, Allah segera membalas sikapnya tersebut dengan turut serta memberikan nasehat kepada anak Luqman dan kepada anak-anak yg lain untuk berbakti kepada orang tua mereka. Oleh karena itu penting bagi para orang tua untuk mengajari anak-anaknya ke-tauhidan, agar dengan wasilah usaha tersebut Allah berkenan memberikan hidayah kepada anak-anak mereka supaya ta'at dan berbakti. Keta'atan dan pembaktian diri kepada orang tua adalah kunci kebahagiaan hidup. Ridho mereka adalah keridhoan Allah, marah mereka adalah kemurkaan Allah. Dibawah kaki merekalah terletak surga-Nya, bahkan seorang Ulama Fiqih mengatakan, barang siapa yang bersumpah atas nama Allah untuk tidur semalam di syurga, maka jika ia tidur semalam di bawah kaki ibunya sungguh ia telah melaksanakan sumpahnya dan gugur semua kafarat (denda) sumpahnya! Subhanallah....
3. Muroqobah (mawas diri).
Penting sekali bagi orang tua untuk mengajarkan anak-anak mereka tentang muroqobah/mawas diri. Hal ini bertujuan agar mereka menjadi orang-orang yang selalu berhati-hati dalam berbuat, memilah-milah mana yang baik dan mana yang tidak, serta agar mereka bertanggung jawab atas segala perbuatan yang mereka lakukan.
4. Mendirikan Sholat.
Sholat adalah tiang agama bagi seorang muslim, barang siapa yang menghancurkannya maka sama saja menghancurkan agamanya. Sudah sepatutnya bagi orang tua untuk sejak dini mengajarkan sholat kepada anak-anak mereka, mengingat faidah sholat yang begitu banyak, baik yang berorientasi ukhrowi maupun duniawi, diantaranya adalah, melatih kedisiplinan, melatih kebersihan, menumbuhkan sisi sosial dan banyak lagi.
5. Amar makruf dan nahi mungkar.
Mengajarkan anak untuk berpagi-pagi menegakkan amar makruf dan nahi mungkar adalah prioritas yang mesti dilakukan orang tua. Kenapa? Jangan berfikir jikalau kita mengajarkan hal tersebut itu akan menanamkan radikalisme didalam jiwa anak-anak kita!tidak...sama sekali itu tidak akan terjadi! Yang terjadi adalah sebaliknya, dengan mengajarkan penegakan amar makruf dan nahi mungkar kepada anak-anak kita, itu akan melatih mereka belajar peduli terhadap dirinya serta lingkungannya. Kita semua tahu bahwa kebobrokan yang mengguritai bangsa kita selama ini, seperti korupsi, narkoba, sex bebas dan yang lainnya, semata-mata muncul karena tiap individu bangsa ini sudah tidak punya lagi kepedulian terhadap dirinya sendiri apalagi terhadap bangsa dan negaranya.
6. Sabar.
Hidup diakhir zaman yang dipenuhi dengan segudang fitnah dan berbagai macam ujian, menuntut tiap orang mempunyai segudang pula kesabaran guna menghadapi problematika tersebut. Anak-anak kita adalah orang-orang yang akan mengarungi kehidupan setelah kita, tentu saja problematika dan masalah hidup yang akan mereka hadapi lebih beragam dari apa yang telah kita hadapi. Maka pentinglah mengajari mereka nilai-nilai kesabaran agar mereka senantiasa teguh didalam mengarungi kehidupan ini.
7. Rendah hati.
Pelajaran yang tidak dilupakan Luqman untuk disampaikan kepada anaknya adalah sifat rendah hati dan tidak sombong, karena pangkal kebinasaan adalah kesombongan. Adalah iblis mahasiswa universitas syurga yang harus droop out dan mendapatkan gelar laknat karena kesombongannya dan yang serupa dengannya adalah fir'aun, haman, qorun dan yang lainnya. Menanamkan nilai rendah hati didalam jiwa anak-anak kita membuat mereka menjadi orang yang tidak sombong serta menghormati orang lain, hal tersebut amatlah penting guna meraih simpati dan cinta dari orang lain, karena anak-anak kita tidak akan hidup sendiri, mereka akan hidup bermasyarakat bersama yang lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)