Forum Komunikasi Pendidikan Kader Muballig (FORKA PKM)
15 s/d 17 Desember 2009 Wisma Putragus Cisarua – Bogor
(ditulis oleh: Windi Iskandar/Bid.INFOKOM)
Tema : Reaktualisasi Dakwah Untuk Menjawab Tantangan Dakwah Masa Kini
Segala puji bagi Allah dan tidak ada daya serta upaya kecuali datangnya dari Allah sehingga kegiatan Halaqoh Dan Workshop Dakwah ini sukses berjalan dengan lancar.
Pukul 20.00 wib Halaqoh Dan Workshop Dakwah mulai dilaksanakan bertempat di ruang seminar Wisma Putragus, Acara dibuka dengan laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Bapak. Drs. Dwi Prajaya. Dalam kegiatan ini dilaporkan bahwa undangan dihadiri oleh 70 orang Alumni PKM yang mewakili 16 angkatan mereka, Ketua KODI (diwakili oleh Bapak. Endang Basri Ananda), Staff KODI dan tentunya pengurus FORKA PKM.
Halaqoh Dan Workshop Dakwah ini menghadirkan 4 orang nara sumber yang masing-masing akan berbicara di dua tema,
1. KH. Drs. Nuril Huda (LDNU)
2. Drs. M. Sukriyanto, M.Hum (MTDK Muhammadiyah)
Tema Kedua: “Urgensi & Revitalisasi Organisasi Alumni PKM KODI DKI” menghadirkan:
1. Dsr. Endang Basri Ananda (Direktur PKM)
2. M. Latief, S.Ag, M.Pdi
Kata sambutan juga disampaikan oleh Ketua FORKA PKM Bapak. Utsman Rasyid, LC.
Kata sambutan dan sekaligus membuka acara Halaqoh Dan Workshop Dakwah disampaikan oleh Bapak. Endang Basri Ananda selaku Direktur PKM dan mewakili Ketua KODI.
Dalam makalah yang disampaikan KH. Drs. Nuril Huda beliau memaparkan tentang akhlak muballigh. Menurut beliau metodologi tabligh amatlah penting guna meraih kesuksesan dakwah masa kini.
Drs. M. Sukriyanto, M.Hum dalam makalahnya menyampaikan beberapa poin penting tentang tantangan dakwah masa kini diantaranya:
• Kemerosotan akhlak seperti korupsi, narkoba, kemaksiatan, konflik antar etnis, pelajar, mahasiswa, kampung penjualan anak, kaum perempuan.
• Kemiskinan (sekitar 15 % = sekitar 1,8 juta), pengangguran, keterbelakangan dan kebodohan
• Dampak perubahan politik (orba à reformasi ; golkar – PDI à demokrat)
• Kerusakan lingkungan (hutan, lautan, flora dan fauna punah)
Dalam makalahnya beliau memaparkan beberapa solusi diantaranya :
Penguatan Sumber Daya Islam yang mencakup:
• Kuantitas, yaitu untuk memelihara dan merevitalisasi gerakan dakwah maka diperlukan lebih banyak lagi Da`I dan Muballigh dengan tebaran yang seimbang.
• Kafa`ah, yaitu memperbanyak jenis sumber daya yang dimiliki yang mencakup segala bidang seperti wirausahawan, negarawan, tenaga medis, serta para ahli dibidang pertanian, perternakan, informasi dan komunikasi.
• Sarana dan Prasarana, seperti membangun lebih banyak lagi Ponpes, Madrasah, Sekolah dan Universitas.
Pembangunan jaringan komunikasi lewat stasiun tv, radio, website.
Kegiatan hari pertama selesai pukul 22.00 wib.
Agenda hari kedua tanggal 16 Desember 2009 adalah workshop dengan tema “Urgensi & Revitalisasi Organisasi Alumni PKM KODI DKI”, acara di mulai pukul 08.00 wib.
Bertindak sebgai pembicara pertama Bapak. H. Endang Basri Ananda, beliau menyoroti pentingnya meninjau kembali sendi-sendi organisasi demi menvitalkan kembali organisasi. Adapun yang dimaksud sendi-sendi organisai dalm hal ini adalah:
• Visi
• Misi
• Arah
• Strategi
• Management.
•
Kelima poin inilah yang beliau anggap penting untuk mewujudkan revitalisasi Organisasi.
Bertindak sebagai pembicra kedua Bapak M. Latief, S.Ag, M.Pdi, dalam makalahnya beliau mengajak meninjau kembali tujuan dari penyelenggarakan Pendidikan Kader Muballigh. Dalam makalahnya juga dipaparkan tentang problematika alumni, Peranan alumni serta manfaat institusi alumni.
Terakhir dalam makalahnya beliau mencoba menidentifikasikan masalah FORKA yang nantinya poin inilah yang menjadi rujukan para peserta dalam melakukan diskusi dan rekomendasi pada sesi berikutnya.
Workshop pada sesi ini selesai pada pukul 12.00 wib.
Pukul 14.00 setelah isoma workshop dimulai lagi dengan sesi Diskusi dan Rekomendasi.
Peserta workshop di bagi menjadi dua kelompok.
Kelompok Pertama membahas “Revitalisasi Komunikasi Antar Alumni” yang mencakup poin-poin berikut:
• Keberadaan alumni yang tersebar dan tidak memiliki ikatan akademik.
• Senioritas angkatan
• Belum adanya peta potensi alumni berdasarkan profesi dan sasaran pembinaan
• Sosialisasi FORKA yang kurang maksimal kepada calon alumni, masyarakat dan pemerintah
Dan dari diskusi dilakukan oleh Kelompok pertama dihasilkan beberapa rekomendasi diantaranya:
• Penunjukan Korwil Sejabotabek.
• Pendataan ulang alumni.
• Memperjelas sosialisasi FORKA internal dan eksternal.
• Membuat kartu anggota.
• Halaqoh Muzakaroh berkala.
•
Kelompok Kedua membahas “Revitalisasi Program” yang mencakup poin-poin berikut:
• Kecenderungan FORKA yang dependen terhadap KODI
• Fokus kegiatan yang belum nampak, kecil strategis tapi rutin pasti menjadi besar menggurita.
• Progresifitas pengurus FORKA yang belum muncul
• Tidak adanya issu bersama yang menyatukan perhatian alumni.
Dan dari diskusi dilakukan oleh Kelompok kedua dihasilkan beberapa rekomendasi diantaranya:
• Menyelenggarakan bazar amal.
• Menyelenggarakan pelatihan untuk alumni dalam rangka pemberdayaan.
• Melakukan safari dakwah kedaerah bencana.
• Pelatihan jurnalistik.
• Resufle kepengurusan.
• Menjalin kerja sama dengan instansi.
Sesi diskusi dan rekomendasi selesai pukul 17.00 wib.
Pukul 20.00 wib setelah isoma acara dilanjutkan oleh sidang tanggapan rekomendasi oleh pengurus FORKA.
Dari sidang dimaksud disepakati beberapa usulan program yang akan dilaksanakan di tahun anggaran 2010 diantaranya:
• Pelatihan Jurnalistik untuk alumni.
• Pelatihan Jenazah
• Pelatihan Multimedia
• Halqoh bulanan
• Pendataan ulang Alumni
• Database masjid, musholla dan majelis taklim.
• Pembuatan Kartu Anggota FORKA.
Sidang selesai pukul 23.00 wib kemudian disambung dengan upacara penutupan yang ditutup oleh Bapak. Endang Basri Ananda, dengan demikian selesailah rangkaian acara halaqoh dan workshop dakwah Forum Alumni PKM.
Tanggal 17 Desember 2009 pada pukul 08.00 wib dilakukan ramah tamah antar alumni serta networking guna menjalin silaturahmi dari keenam belas angkatan alumni.
Tepatnya pukul 10.00 wib para peserta meluncur kembali ke Jakarta dan tiba di kantor KODI pukul 15.00 wib.
Jakarta 19 Desember 2009
Dwi Prajaya
Ketua Panitia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar